DEMI TUNTUT ILMU LEBIH ISTIQOMAH, TIM 2 KKN UNDIP BASMI SCABIES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Scabies atau yang biasa dikenal dengan Kudis merupakan penyakit yang disebabkan oleh tugau Sarcoptes scabei yang biasanya disebabkan oleh perilaku hidup yang kurang bersih maupun interaksi secara aktif antar penderitanya. Penyakit Scabies ini akan berkembang pesat apabila kondisi lingkungan buruk, sebagian besar menyerang pada orang dengan kondisi personal hygiene di bawah standar.

Pada 25 Juli 2019 Tim KKN 2 dari Desa Ngabul tertarik untuk mencoba menjawab permasalahan yang kerap terjadi namun seringkali terabaikan karena kurangnya komunikasi yang baik antara pihak institusi dengan Lembaga kesehatan setempat. Menjembatani permasalah tersebut, bekerjasama dengan pihak puskesmas Tahunan yang terletak di Desa Ngabul, Tim KKN 2 Undip yang diterjunkan di Desa Ngabul mengambil permasalahan yang terjadi di salah satu pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren Al-Burj di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan dakwah yang menerapkan aturan tinggal bersama dalam satu ruangan dimana kehidupan di dalamnya masih sering terjadi pinjam meminjam barang pribadi satu sama lain. Hal tersebutlah yang membuat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro mengadakan menyuluhan tentang penyakit kudis (scabies) di Pondok Pesantren Al-Burj. Adanya penyuluhan ini diharapkan efektif mengurangi penyebarluasan penyakit Scabies dan melakukan pendataan serta pengobatan gratis santri yang terinfeksi scabies oleh Puskesmas Tahunan.

Penyuluhan yang melibatkan santriwan dan santriwati diawali dengan mengenalkan apa itu penyakit Scabies, seperti apa ciri-ciri penyakit Scabies, serta bagaimana cara penularan maupun pencegahannya. Selain penyuluhan yang diberikan, Tim 2 KKN Undip juga bekerja sama dengan Puskesmas Tahunan dengan membagikan salep untuk penyakit Scabies ke para santri yang telah terdata menderita Scabies. Dari data yang ada, terdapat lebih dari setengah santriwan yang mengikuti penyuluhan terkena penyakit tersebut dan harapannya setelah adanya penyuluhan ini, para santri yang telah terkena Scabies menjadi sehat dan dapat menuntut ilmu dengan lebih istiqomah. Program ini merupakan gerakan pioneer untuk membasmi kudis di pesantren-pesantren di Desa Ngabul dengan menghubungkan pihak institusi dan kesehatan setempat.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan